Kapten tim nasional Jerman, Joshua Kimmich, secara terbuka menyatakan kebingungannya atas kritik yang menerpa rekan setimnya, Leroy Sané. Kritik tersebut muncul ke permukaan setelah Die Mannschaft sukses menggilas Curaçao dengan skor telak 7-1 pada pertandingan hari Minggu lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pernyataan Kimmich dalam konferensi pers terbarunya, ia menilai kritikan publik terhadap penyerang sayap tersebut sama sekali tidak berdasar. "Saya melihat hal itu, dan sejujurnya, saya rasa kritikan tersebut tidak dapat dipahami," ujar Joshua Kimmich sembari memberikan pembelaan terhadap kontribusi positif yang ditunjukkan oleh Leroy Sané sepanjang jalannya laga.
Menurut pengamatan Joshua Kimmich, Leroy Sané menunjukkan komitmen yang sangat tinggi di atas lapangan, khususnya dalam membantu sektor pertahanan. "Saya menilai dia sangat berkomitmen, dia tidak pernah membiarkan saya sendirian dalam situasi serangan balik dan selalu berlari cepat kembali ke belakang untuk membantu pertahanan," tutur sang kapten menambahkan.
Dari pantauan redaksi, Sané memang gagal mencatatkan namanya di papan skor dalam pesta gol tersebut, sebuah tolok ukur yang biasanya digunakan publik untuk menilai efektivitas seorang pemain ofensif. Kendati demikian, Kimmich menegaskan bahwa secara internal tim, staf pelatih dan para pemain tidak menilai performa individu hanya berdasarkan torehan gol semata karena ada tugas taktis lain yang berhasil dijalankan dengan baik.
Dari pengamatan tim redaksi, bahasa tubuh Leroy Sané yang kerap menjadi sasaran empuk kritik pada masa lalu justru memperlihatkan hal sebaliknya di laga ini. Kimmich mengungkapkan bahwa Sané selalu menjadi orang pertama yang merayakan gol rekan-rekannya, bahkan sebelum bola benar-benar bersarang di dalam gawang lawan, yang membuktikan bahwa kepentingan tim berada di atas segalanya bagi sang pemain.