Bek Manchester United, Harry Maguire, memastikan Thomas Tuchel mengetahui dengan jelas apa yang ia pikirkan mengenai pencoretan mengejutkannya dari skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia. Maguire menolak untuk pasrah begitu saja dalam sebuah panggilan telepon yang ia sebut sebagai "panggilan yang canggung" bersama sang manajer.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kembali ke performa terbaiknya bersama Manchester United yang finis di peringkat ketiga Premier League, Maguire sebelumnya dinilai hampir pasti akan berangkat ke Piala Dunia ketiganya bersama The Three Lions. Setelah sempat absen membela negaranya selama hampir dua tahun, kebangkitan Maguire di level klub membuahkan hasil berupa panggilan kembali ke Timnas Inggris pada jeda internasional bulan Maret lalu, di mana ia mencatatkan cap ke-65 dan ke-66 saat melawan Japan dan Uruguay.
Namun, dari pantauan redaksi, Thomas Tuchel justru lebih memilih John Stones, Marc Guéhi, Ezri Konsa, Dan Burn, dan Jarell Quansah sebagai opsi bek tengahnya. Bahkan ketika bek kanan Tino Livramento harus absen karena cedera dan seorang bek tengah dipilih untuk menggantikannya, mantan pelatih Chelsea tersebut lebih memilih memanggil Trevoh Chalobah ketimbang Maguire.
Berdasarkan statistik tim, Burn (8), Quansah (3), dan Chalobah (1) semuanya masuk ke dalam skuad dengan koleksi di bawah 10 penampilan senior. Hanya Stones, dengan 89 cap, yang menjadi satu-satunya bek terpilih dengan catatan bermain lebih dari 30 kali untuk Inggris. Tuchel sempat berdalih bahwa "sifat percaya pada jasa masa lalu" membantu Stones masuk skuad meskipun bek Manchester City tersebut hanya menjadi starter dalam lima pertandingan Premier League musim ini, namun perlakuan istimewa itu tidak berlaku bagi Maguire.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pemain Manchester United ini telah memperjelas perasaannya di media sosial saat pencoretan itu terjadi, sementara pihak keluarganya juga turut membelanya. Maguire kini mengungkapkan bahwa kabar pencoretannya bahkan telah bocor ke media sekitar setengah jam sebelum Tuchel menghubungi dirinya secara pribadi untuk menyampaikan keputusan final tersebut.
"Dia melakukan FaceTime dengan semua orang. Itu adalah panggilan yang cukup canggung," jelas Maguire saat tampil di acara The Rest Is Football, sebuah podcast milik Gary Lineker yang disiarkan langsung setiap hari oleh Netflix selama Piala Dunia. "Sesuatu telah rilis di media sekitar setengah jam sebelum saya diberitahu bahwa posisi saya diragukan. Itu adalah hal yang paling membuat frustrasi. Itu mengejutkan saat itu. Saya langsung katakan bahwa itu mengejutkan dan saya sangat kecewa. Saya pikir saya masih memiliki peran untuk dimainkan di dalam lapangan, dan juga di luar lapangan," tambahnya.
Menurut analisis para pengamat sepak bola, Maguire kini harus menghadapi perjuangan berat untuk merebut kembali posisi permanen setelah Tuchel menunjukkan preferensi taktiknya secara jelas. Sebagai bek tradisional yang dinilai kurang memiliki kecakapan teknis seperti nama-nama baru yang dipanggil, peluang Maguire untuk kembali ke tim nasional tampaknya kian menipis, terlebih ia akan menginjak usia 35 tahun menjelang turnamen besar berikutnya, Euro 2028.