Nama Julian Quinones mendadak menjadi perbincangan hangat di dua negara sekaligus, Meksiko dan Kolombia. Keberhasilannya mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 Meksiko atas South Africa di Estadio Azteca membawa namanya masuk dalam buku sejarah. Berdasarkan catatan pertandingan, Quinones resmi menjadi pemain kelahiran Kolombia pertama yang mampu mencetak gol di ajang Piala Dunia untuk negara lain.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebelum meraih popularitas di panggung internasional, Quinones melewati masa kecil yang penuh dengan keterbatasan di Magui Payan. Menurut penuturan mentornya di Futbol Paz, Cesar Valencia, striker yang kini membela timnas Meksiko tersebut terbiasa bermain sepak bola tanpa alas kaki demi menyalurkan bakat alaminya. Kebiasaan masa kecil itulah yang dinilai membentuk kekuatan pergelangan kaki, keseimbangan tubuh, serta kekuatan tendangan Quinones hingga dijuluki "Pantera" oleh rekan-rekan setimnya.
Pemain berusia 29 tahun ini menorehkan tinta emas yang gagal dicapai oleh penyerang naturalisasi Meksiko terdahulu seperti Guillermo Franco dan Rogelio Funes Mori yang sama sekali tidak mampu mencetak gol di putaran final Piala Dunia. Sebaliknya, Quinones hanya membutuhkan waktu sembilan menit di atas lapangan untuk membuktikan kapasitasnya. "Julian selalu menunjukkan dirinya sebagai seseorang yang mampu mencapai hal mustahil. Saya pikir hari ini dia sedang menjalani impian besarnya," ujar sang paman, Jefferson Quinones, saat diwawancarai oleh LA FM.
Dari pantauan redaksi, kompetisi Piala Dunia 2026 ini juga menjadi momen emosional bagi sang penyerang karena timnas Kolombia memilih markas latihan di Academia Atlas FC, Guadalajara. Kota tersebut merupakan tempat suci bagi Quinones, di mana ia pernah menjadi pahlawan yang mengakhiri puasa gelar liga selama 70 tahun bagi Atlas FC lewat torehan "Bicampeonato" atau dua gelar beruntun pada musim 2021 dan 2022 sebelum dirinya memutuskan hengkang ke Club America.
Ketajaman pemain bertinggi badan 180 cm ini kian teruji saat dirinya memutuskan merantau ke Arab Saudi. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pada musim 2025-2026, Quinones sukses merebut gelar top skor Saudi Pro League dengan membukukan 33 gol dari 31 pertandingan. Catatan impresif tersebut, termasuk hat-trick ke gawang Al-Ittihad di pekan pamungkas, membuatnya berhasil mengungguli striker ternama dunia seperti Ivan Toney dan Cristiano Ronaldo dalam perebutan Sepatu Emas.
Keputusan Quinones untuk membela El Tri memang sempat mengundang perdebatan di tanah kelahirannya, mengingat ia pernah memperkuat timnas muda Kolombia. Namun, sang pemain tetap teguh pada pilihannya. "Orang yang tidak tahu cerita saya akan selalu menghakimi, tetapi itu tidak penting. Yang terpenting adalah apa yang saya rasakan, dan saya merasakan cinta yang besar untuk Meksiko," pungkas Quinones kepada ESPN MX.